Universitas Esa Unggul Jajaki Kerjasama dengan Perguruan Tinggi di India
Kunjungan Kedubes India ke Rektor Esa Unggul
Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul kembali memulai kerjasama
dengan perguruan Tinggi di luar negeri. Kali ini, negara yang menjadi
tujuan kerjasama ialah negara Asia Selatan yakni India. Awal dari
Penjajakan kerjasama dengan India dilakukan dengan kunjungan Atase
Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes RI New Delhi Lestyani Yuniarsih ke
Univeritas Esa Unggul Kebon Jeruk pada Senin (03/09) lalu.
Lestyani Yuniarsih mengatakan India menjadi salah satu negara yang
tepat untuk menjadi sasaran kerjasama dengan Universitas di Indonesia.
Hal ini dikarenakan India menjadi salah satu kiblat perkembangan
Teknologi terutama pada hal Sumber Daya Manusia. Para ahli Teknologi
India banyak berkecimpung di sejumlah Perusahaan Raksasa Teknologi dunia
seperti Google, Facebook hingga Microsoft.
“India menjadi salah satu tujuan kerjasama pada pendidikan di bidang
Teknologi, hal ini dibuktikan dengan Tenaga IT dari India yang berada di
jajaran perusahaan teknologi dunia . Di India sendiri, terdapat sebuah
wilayah seperti Silicon Valley di Amerika, yakni Bangalore India Kota
ini memiliki banyak gedung-gedung perkantoran dan pabrikan yang
berkaitan dengan teknologi,” terangnya beberapa waktu yang lalu.
Suasana Saat Ramah Tamah dengan Perwakilan Kedubes India
Dirinya pun menambahkan jika Universitas Esa Unggul tertarik dengan
sejumlah program pendidikan di Idnia, Esa Unggul dapat mengirimkan
mahasiswa dengan sejumlah beasiswa yang tersedia di Indonesia seperti
beasiswa Dharmasiswa, Keminfo, PNB hingga LPDP. Program Beasiswa dan
kerjasama pendidikan yang saat ini didorong oleh India merupakan sinergi
dari program nasional dan Joint Statement dari kunjungan Perdana
Menteri Modi Narendra ke Indonesia.
Lestani pun berharap kedepannya realisasi dari penjajakan kerjasama
ini mampu diwujudkan secepatnya untuk mendukung pengembangan pendidikan
khususnya Teknologi dan Informasi di Indonesia. “Saya harap realisasi
kerjasama ini segera dilakukan, karena dengan membuka kran kerjasama
dengan India, Negara kita sedang mempersiapkan tenaga-tenaga ahli
khususnya di bidang IT, tentunya selain bidang tersebut juga bisa
seperti tenaga kesehatan,” tutupnya.


Komentar
Posting Komentar